9 Alasan Kenapa WNI Lebih Baik Kuliah di Belanda

Juli 16, 2023

 

Kuliah di Belanda

Hallo allemaal, hoe gaat het? Semoga sehat selalu dan masih optimis dalam mengejar beasiswa ya. Di postingan kali ini, aku mau membahas kenapa sih meskipun ada 195 negara di dunia dan 33 negara di Eropa, aku memilih untuk melanjutkan studi di Belanda? Buat kamu yang masih bingung menentukan negara tujuan, bisa disimak ya. Siapa tahu bisa membantu memantapkan pilihan. Karena ini akan menentukan strategimu dalam mengejar beasiswa. Beda negara, beda kebijakan.

1. Tersedia banyak peluang beasiswa

Bukan rahasia lagi kalau ketersediaan beasiswa biasanya jadi salah satu pertimbangan utama. Nah, di Belanda, kamu ngga perlu khawatir karena banyak sekali peluang beasiswa yang tersedia. Ada beasiswa pemerintah  seperti LPDP (Indonesia), OKP (Belanda), dan Dikristek-LPDP-OKP/StuNed Cooperation Scholarship (kerjasama pemerintah Indonesia-Belanda). 

Selain itu, ada juga beasiswa dari universitas-universitas di Belanda yang dikoordinasi oleh Nuffic Neso seperti OTS Indonesia, beasiswa mandiri universitas Belanda seperti University of Twente Scholarship, atau beasiswa joint masters seperti Erasmus Mundus. Aku pribadi akhirnya dapat University of Twente Scholarship.

2. Banyak program internasional

Buat kamu yang ingin mengurangi saingan dengan tidak menyasar English-speaking country, tapi ngga mau ribet belajar bahasa Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain lagi, Belanda adalah pilihan tepat. Banyak sekali kelas yang pakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Aksen pengajarnya juga sangat mudah dipahami. Nyaris seperti native. Jadi, kamu tetep bisa lanjut kuliah tanpa harus ikut kelas persiapan bahasa selama setahun lagi, cuma tinggal fokus ke persiapan bahasa Inggris. Hemat waktu dan tenaga bukan?

Baca juga: Tips Persiapan IELTS untuk Berburu Beasiswa

3. Warganya fasih berbahasa Inggris

Di Belanda, kamu akan lebih mudah adaptasi. Kenapa? Karena masyarakatnya mayoritas sangat fasih berbahasa Inggris. Jadi, kalau ngga bisa bahasa Belanda pun, kamu tetap masih bisa bertahan hidup dengan mudah ngono lho. Tetep bisa ke supermarket, kalau nyasar karena Google Map  masih bisa tanya orang dan selamat sampai tujuan juga. Kalau sakit terus ke dokter juga ngga perlu pakai google translate. 

Bahkan nih ya, aku sering juga ketemu orang Belanda yang bisa bahasa Indonesia. Kalau aku ke pasar di hari Selasa/Sabtu, aku belanja pakai bahasa Indonesia. Karena semua pegawainya bisa bahasa Indonesia! WOW banget kan?

4. Komunitas Indonesia dan internasionalnya banyak

Komunitas Indonesianya juga termasuk terbanyak di dunia. Di kota Enschede aja, waktu itu ada 50 lebih mahasiswa Indonesia. Kalau masih kurang, bisa juga gabung ke komunitas internasionalnya juga. Pokoknya, kamu ngga perlu takut merasa jadi alien yang ngga bisa apa-apa dan kesepian kalau di Belanda.

5. Gampang nemu masjid dan makanan halal

Nah, buat yang Muslim, ngga perlu khawatir kesulitan nemu tempat sholat dan makanan halal. Di Belanda, banyak sekali imigran dari negara Muslim seperti Turki dan Maroko. Jadi, banyak masjid dan toko makanan halal yang bisa kita kunjungi. Rasanya juga nyambung sama lidah kita orang Indonesia yang ngga terlalu suka makanan hambar seperti makanan orang Eropa. 

Tapi, kalau soal masjid, biasanya masjid Turki cuma ngebolehin jamaah laki-laki sih. Aku pernah ditolak masjid Turki pas mau numpang sholat waktu jalan-jalan ke Rotterdam. Tapi setelah proses nego panjang, akhirnya diizinkan juga sama imam masjidnya.

Oh iya, dan bahkan di kampus dan rumah sakit, kadang ada musholanya lho. Paling ngga, itu yang terjadi di kotaku, Enschede. Di University of Twente, ada mushola yang termasuk besar buat kita sholat kalau pas istirahat. Ada jadwal Jumatan rutinnya juga. Di rumah sakit MST juga ada. Jadi aman banget lah insha Allah buat urusan akhirat.

 6. Bahan makanan Indonesia melimpah

Selain banyak makanan halal, makanan Indonesia dan segala bumbu-bumbunya sangat mudah kita temui di toko Asia. Jadi, kalau kita kangen makanan Indonesia dengan rasa autentik, kita bisa lebih mudah buat masak sendiri. Bisa juga jualan buat tambahan biaya hidup seperti yang kulakukan kemarin. Aku sering open PO masakan Indonesia yang autentik. Keuntungan sekali open PO, bisa menutup kebutuhan makan sampai 2 minggu (tergantung kebutuhan masing-masing).

7. Pengajar kelas internasional yang seperti teman sendiri

Kualitas pengajar di universitas-universitas Belanda sudah tidak perlu diragukan lagi. Mereka biasanya sudah dikenal memiliki reputasi baik di dunia internasional. Bukan hanya di bidangnya, tapi juga interdisipliner. Terutama di  University of Twente yang terkenal dengan slogan "High tech, human touch", dimana profesor-profesor di bidang sains dan teknologi seperti teknik, bekerjasama membuat inovasi teknologi dengan profesor-profesor bidang soshum seperti psikologi dan komunikasi.

Baca juga postinganku yang "Psychology in AI Part 1: Why Humans & Automated Cars are Not (Yet) A Good Team" dan "Psychology in AI Part 2: Can Artificial Players always Beat Humans in a Complex Language Game?" biar punya gambaran tentang betapa advancednya pengembangan psikologi di Belanda. Dua artikel itu adalah tugas kuliahku di mata kuliah Resilience Engineering dan Cognitive and Technical System. Yap, aku orang psikologi, tapi belajar soal teknik. Menarik banget kan?

Meskipun punya keilmuan yang luar biasa, dosen-dosen di Belanda sama sekali ngga sombong lho. Ngga jarang mereka ujug-ujug menghampiri mahasiswanya dan tanya "Boleh makan siang bareng?". Bahkan, kalau ngga setuju sama penjelasan mereka di kelas, kalian juga boleh banget untuk menyampaikan. 

Tidak seperti profesor Indoensia yang punya harga diri terlalu tinggi, mereka sama sekali tidak masalah dengan kritik, bahkan ketika kritik itu disampaikan oleh mahasiswa S1. Justru kalau kita bisa membuktikan argumen kita yang benar, kita bisa sangat dekat dengan dosen kita dan akan diajak kolaborasi. Suasana akademik yang sangat ideal kan?

8. Work-life balance

Tugas-tugas dan beban kerja yang diberikan memang tidak mudah, tapi sangat doable. Mereka sangat menghargai waktu pribadi mahasiswa dan tidak menganjurkan mahasiswa untuk sibuk di saat weekend. Prinsip mereka adalah, bekerja keras secara efektif dan efisien di hari Senin-Jumat, bersenang-senang tanpa menyentuh tugas di Jumat Malam-Minggu. Apalagi waktu summer, mereka sangat menghargai waktu bersama matahari yang sangat pemalu di Belanda itu.

9. Menyediakan support penuh saat force majeure

Belanda sangat menyadari bahwa di dunia ini, banyak hal tidak menyenangkan yang bisa tiba-tiba terjadi. Misalnya tiba-tiba kita sakit parah di tengah studi seperti yang kualami kemarin. Nah, karena mereka sangat humanis, mereka sangat memperhatikan nasib mahasiswanya. 

Selain menyediakan bantuan psikologis lewat psikolog kampus, mereka juga memberikan bantuan secara finansial dan membantu pengurusan visa kalau sampai keadaanmu menghambat kelancaran studi. Kalau di University of Twente, bantuan diberikan melalui skema FOBOS.

 

Itu tadi 9 alasan kenapa kamu sebaiknya kuliah di Belanda. Nanti, aku akan bahas tantangan-tantangan hidup di Belanda beserta tips-tipsnya ya. Bye, semoga sukses selalu dan dimudahkan mengejar beasiswanya ya!


You Might Also Like

0 comments

Popular Posts