Pengalaman Mengurus Visa Studi dan Izin Tinggal Belanda

Juli 21, 2023

Pengalaman mengurus visa Belanda

 Setelah kita menerima offer dari universitas, menyelesaikan segala urusan finansial beserta surat keterangannya, dan bayar biaya pengurusan visa, pihak universitas akan mengirimkan email ke kita yang berisi form untuk mengurus MVV atau visa tinggal sementara
 
Kalau kamu masih bingung soal pembiayaan studimu di Belanda, ada baiknya untuk baca artikelku yang Perjalanan Beasiswaku #2: Mendaftar Beasiswa & Tips Mengoptimalkan Berkas sebelum melanjutkan membaca.

1. Apa itu MVV?

MVV atau Machtiging Voorlopig Verblijf adalah visa sementara yang diperlukan kalau kita ingin tinggal selama lebih dari 90 hari di Belanda. MVV untuk keperluan studi, diurus oleh kampus. Kalau untuk keluarga/pasangan, yang mengurus adalah pihak yang menjadi sponsor. 
 
Tapi kalau kamu ngga punya sponsor, bisa juga mengurus secara pribadi di kedutaan. Info lebih lanjut bisa dipelajari di website resmi kedutaan Belanda untuk Indonesia ya.

2. Beda MVV dan residence permit

MVV beda sama residence permit ya. MVV adalah stiker yang ditempel di paspor kita. Kalau residence permit atau verblijf nanti bentuknya kartu seperti KTP. Jadi, MVV tidak membuatmu legal hidup di Belanda sampai masa studimu berakhir. MVV hanya sebagai syarat untuk kita bisa mengurus residence permit sesampainya di Belanda.

3. Berkas yang diperlukan

Di antaranya, kita diminta scan seluruh halaman paspor dan akta kelahiran, mengisi form antecedent, kesediaan melakukan tes TBC setiba di Belanda, dan declaration of intent for study progress. Declaration of intent for study progress ini isinya kesediaan untuk setidaknya menyelesaikan 50% dari total kredit yang harus diambil setiap tahun ajaran buat bisa mempertahankan izin tinggal kita. 
 
Semua surat pernyataan harus diisi dan ditanda tangani dengan tulis tangan, discan, dikirim lagi lewat platform yang disediakan. Kalau di universitasku, aku tidak perlu mengirim dokumen fisiknya ke Belanda. Tinggal tunggu permohonan kita di ACC aja sama IND lewat kampus.

Tapi menurut penjelasan Kak Atrasina Adlina, di Wageningen University, semua dokumen harus dikirim lewat pos juga. Tapi, meskipun ngga perlu dikirim, tetep disimpan ya berkasnya. Soalnya tetep dibawa pas kita ke kedutaan Belanda.

4. Wajibkah legalisasi dokumen?

Beberapa gemeente (pemerintah kota madya) mewajibkan kita untuk melakukan legalisasi akta kelahiran dan dokumen pernikahan (bagi yang sudah) di kemenkumham, kemlu, dan tentunya, kedutaan Belanda untuk Indonesia. Tapi gemeenteku (Twente) tidak. 
 
Mungkin amannya bisa rajin-rajin cek website gemeente masing-masing ya. Atau bisa juga kontak international office kampus masing-masing Tapi ini kasusnya aku masih single ya. Kurang tahu kalau untuk yang sudah menikah dan berniat membawa keluarga.

5. Membuat janji dengan kedutaan Belanda untuk Indonesia

Setelah kampus mengirimkan approval letter dari IDN, langkah selanjutnya adalah bikin janji dengan kedutaan Belanda untuk ambil biometrik. Nah tapi masalahnya, biasanya appointment yang tersedia tinggal 3 bulan ke depan WKWK. Makanya selalu kusarankan untuk daftar kampusnya jangan mepet-mepet biar bisa ngurus visa tanpa drama ngono lho.
 
Aku pribadi banyak dramanya soalnya WKWK. Jadi, aku baru dapat approval letter tuh di akhir Juli, padahal aku sudah harus di Enschede akhir Agustus. Dan appointment kedutaan baru available di bulan Oktober HA-HA. 
 
Tapi untung aku udah masuk grup WA PPI Enschede dan ternyata aku ngga sendirian. Banyak yang senasib. Dan solusinya adalah, kita email orang kedutaan buat menginformasikan bahwa aplikasi kita urgent. Akhirnya bisa bikin appointment dadakan. Btw, kalau kamu diterima di Twente juga, jangan lupa gabung grup PPI Enschede ya.

6. Datang ke kedutaan

Jangan lupa bawa bukti appointment. Berkas yang harus dibawa adalah paspor dan fotokopian seluruh halamannya, approval letter dari IND, foto untuk visa (bisa di kedutaan aja biar pas dan ngga ribet, bayarnya 50K) dan semua berkas yang kita kasih ke univ buat daftar MVV.
 
Oh iya, jangan lupa surat izin orangtua buat yang under 21. Aku waktu itu juga sempat dimintai surat izin orangtua. Bukan karena aku di bawah umur, tapi karena mukaku masih imut layaknya bocil 17 tahun WKWK. Tapi setelah membuktikan aku sudah dewasa dengan KTP dan sebagainya, ngga jadi diminta.
 
Setelah berkas dipastikan lengkap, kita tinggal ambil biometrik sidik jari. Pastikan jari-jari tangan kering dan tidak sedang mengelupas ya. Soalnya kan kalau mengelupas agak repot ya, susah diambil biometriknya nanti. 
 
And we're done! Tinggal nunggu visa jadi. Biasanya seminggu. Visa harus dipakai dalam 90 hari semenjak terbit. Kalau ngga dipakai di jangka waktu itu, harus ngurus dari awal lagi.

7. Mengurus residence permit setelah tiba di Belanda

Biasanya nanti dibikinkan appointment secara kolektif sama kampus. Bawa berkas yang kita pakai buat daftar MVV + surat kontrak housing dan alamat kita di Belanda. Nanti ambil biometrik sidik jari dan retina juga. Kalau udah, ya udah tinggal nunggu. Biasanya nanti kartu vverblijf juga dikirim secara kolektif ke kampus, kita ambil di student service (kalau lancar). Tapi karena sidik jariku susah diambilnya, aku harus ambil sendiri ke Zwolle.


Segini dulu tulisanku kali ini ya. Nanti aku ceritain lagi soal drama cari housing di Belanda. See you, semoga sukses selalu.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts